Aug 18, 2016

WHEN 4 papers conferences, 2 papers journal, were accepted.

4 papers conferences, 2 papers journal, were accepted.

Setiap tahunnya punya target sederhana, 2 artikel internasional dan 1 nasional. Malam itu, jauh sebelum sidang akhir tesis, terpaksa berlabuh ke lain hati. Maafkan kami kalau akhirnya nama afiliasi atau kampus luar negeri yang kian meroket. Sebenarnya kita bisa bikin berjodoh, tapi sayang, semangat si anak jalanan nampaknya over dosis ketimbang semangat teman-teman di Kementerian terkait. Terpaksa dan mulai Terbiasa nyaman memilih lakon sebagai pengamen.



Untuk mencapai posisi atau pengakuan internasional banyak cara yang bisa ditempuh, antara lain, perlu bekerja keras menulis penelitian, melamar dana penelitian, melakukan penelitian, dan mempublikasikan di jurnal internasional. Kerja sama dengan posisi sejajar dengan ilmuwan sebidang di luar negeri, juga perlu dilakukan. Yang tidak kalah penting adalah mencoba mempresentasikan hasil riset di seminar internasional perhimpunan kepakaran sebidang. Berusaha menjadi penulis di jurnal internasional bisa menjadi jejak untuk posisi kita diakui di mata internasional.


2 bulan lalu, bagian dari tesis coba dikemas sedemikan rupa dan melahirkan 4 papers conference (ICIKM China, ICMSS Jepang, ICAIT Australia, ICMEM Bali), 2 paper jurnal (International Journal of Computer Science and Information Technology dan Journal of Technology Management). 1 jurnal accepted dan mendapat FREE di ICAIT Australia, 1 paper tanpa revisi dipersilakan memilih jurnal yang dimau di ICMEM Bali, 1 paper mendapat nilai 6 dari interval 7 di ICMSS Jepang. Dengan indexed/published by IEEE explore, Web of Science, Ei Compendex, Scopus, Conference Proceedings Citation Index- Science (CPCI-S) 1990 present, Inspec. Untuk tambahan pengetahuan, CPCI-S adalah conference yang yang di indexed oleh Web of Science-Thomson Reuters. Saya yakin, para pelaku ilmiah cukup memimpikan artikel mereka menjadi bagian dari terbitan Thomson Reuters. 





Tapi SAYANG, tak satupun ada kebijakan SISTEM pendidikan yang mensupport dana seminar internasional mahasiswa. Setelah ngoprak-aprik program kerja Kementerian terkait, ada satu kementerian yang kiranya akan mendatangkan angin segar. Lagi-lagi, setelah komunikasi ke Kementerian tersebut, syaratnya adalah si pengusul harus mempunyai NIDN, jelas mahasiswa, NIDN ??? hmm !!!. Akhirnya, “ngamen” dan berlabuh ke program beasiswa negara lain untuk seminar publikasi internasional menjadi sandaran yang tak terelakan, wal hasil nama afiliasi yang kian meroket di publikasi internasional adalah juruan dan kampus negara lain. 



Beberapa orang mau melakukan sesuatu karena kegemaran, beberapanya lagi melakukan karena tuntutan, ada juga yang melakukan karena cinta mati dibidang tersebut, lebih dari itu ada pula yang punya target ingin mencapai pengakuan internasional atas bidang yang ditekuni. Disatu sisi, ada juga yang sebenarnya sudah melakukan dan berhasil tapi terkendala financial supporting. Yang jelas, apapun alasannya semua ingin berkontribusi sesuai bidang yang ia cintai.

SISTEM pendidikan kategori layanan seminar internasional lebih memilih untuk “berteriak” ketimbang memfasilitasi. Begiutpun kiranya Universitas sering berkoar sana-sini untuk mahasiswa mereka mau semangat publikasi internasional. Pasti pernah dan mungkin sering dengar ketika masa orientasi atau di kelas "Kita itu jauh tertinggal publikasinya dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Vietnam, mahasiswa masih rada malas mempublikasikan hasil penelitian mereka".


Kalau sudah seperti ini, masihkah student yang dibebek hitamkan. Maka, jika publikasi internasional kita masih sangat jauh tertinggal oleh negara tetangga, Wajar !!!
Semoga berjodoh dilain kesempatan.
Salam kami, si kutu kupret pengamen jalanan. Tetap dalam Perdjoeangan yoo.
----------------------------------------------------------------------------------------
ICIKM (International Conference on Information and Knowledge Management, July 22-24, Beijing, China).
ICMSS (International Conference on Management and Social Science, July 29-30, Yokohama, Japan).
ICAIT (International Conference on Advanced Computer Science and Information Technology, May 28-29, Sidney, Australia).
ICMEM (International Conference on Management in Emerging Markets, August 10-12, Bali, Indonesia).
IJCSIT (International Journal of Computer Science and Information Technology).
Journal of Technology Management

Marhaban Yaa Ramadhan at Taipei Grand Mosque, Taiwan.

Marhaban Yaa Ramadhan. Taipei Grand Mosque. Buka puasa dan sahur bersama setiap hari.
Please forgive me for anything that I made wrong in the past (mohon maafkan saya untuk segala kekhilafan dimasa silam). One of the most enlightening times was during Ramadan, the Muslim month of fasting.



The simple conclude is during this month (for those of you who are unfamiliar) Muslims don’t eat from sun up to sun down but instead focus on prayer and spirituality (most don’t even drink water during this time.)

SAADISSS at Maokong, Taiwan

SAADISSS.
‪#‎maokong‬ -> taipei101. ‪#‎filosofikopi‬ ‪#‎Bonus‬
"We believe a shared moment of genuine connection over COFFEE is a simple act that help provide an uplifting part of someone`s day and future". Keindahan, memang harus diberi jarak seperti Maokong dan Gedung Taipei101.





Antara Logika, Perasaan dan Niatan

Setelah semua jurus dipakai (logika, perasan, mantiq), nasehat dipinta dari para sesepuh, daftar plus-minus, hingga sampailah pada simpulan:

***Begitulah manusia, jika tidak mendapatkan apa-apa mereka bingung, jika mendapatkan satu yang kurang memuaskan, mereka mengeluh, tapi jika mendapatkan dua hal yang mereka inginkan ditambah keduanya sama sama menggoda, dan harus memilih salah satu, kebimbangan mereka akan bertambah***


 
Benar adanya, Hati dan Kepala selalu punya dilemanya sendiri sendiri. Tapi yang satu gak bakal bisa survive tanpa yang lain. 

Kenali lebih dalam dan terpukaulah oleh lugunya sebuah pertanda alam. Akhirnya, tertawakanlah melihat siapa yang muncul didalam cermin ketika anda didepannya.

May 24, 2016

Manusia hanya punya sedikit jatah "Kegilaan", yuuk dipakai.

Sore itu, 2006.

Masih teringat jelas dipelupuk mata saat pertama kali nekat berani meninggalkan kampung (gambar 1) ke kota untuk daftar SMA. Sore itu (2006), tengah berlangsung acara perpisahan SMP, belum selesai acara, malah pulang ke rumah, lempar pakaian masukin ke tas, izin ke ortu mau lanjut sekolah (ortu kaget, oh jelas), naik speed boat (transportasi laut), berangkat. Sampai di ibukota kabupaten, sama sekali tidak memikirkan mau nginap dimana, ketika sedang makan malam di waroeng, datang seorang guru yang menawarkan tidur dirumahnya untuk sementara waktu (udah disingkat kali nih ceritanya :D).
 
Tanjung Baru, Indragiri Hilir, Riau, INDONESIA



Manusia Hanya diberi sedikit "kegilaan" dalam hidup meraka dan Kita jangan sampai kehilangan itu. Sampaikan mimpi mu Kawan, karena jarak bukan lagi tentang miliiaran kilometer, melainkan Kemauan. 

Melihat bangunan sekolah ini (NTU Taiwan. Gambar 2&3) jadi ingat film 3 idiots, satu-satunya film yang tak pernah merasakan fasilitas "Delete" dari hardisk, per 2 bulan sekali ditonton ulang. 

NTU University, Taiwan

2 pesan moral film 3 idiots (saya hanya mengutip sejauh daya ingat *hehe):
Jangan "memperkosa" ilmu pengetahuan, fahami dan nikmati. Universitas adalah lembaga pendidikan bukan panci press cooker.” Atau pernyataan: “Kita memang harus belajar serius, tapi tidak sekedar untuk lulus. Usah belajar hanya untuk menjadi sukses tapi untuk membesarkan jiwa. Usah mengejar kesuksesan, tapi kejarlah kesempurnaan, maka sukses akan mendampingimu.”

“Saat kamu sedang merasa sedih, takut dan gelisah, letakkan tangan di dada dan katakan “AAL IZZ WELL”. Karena sesungguhnya hati kita pengecut dan mudah dikelabui. Jika ada masalah dalam hidup, katakan pada hati semua akan baik-baik saja. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun paling tidak memberi hati kita kekuatan untuk mampu bertahan.”

NTU University, Taiwan
 Saya tetap sangat berterima kasih kepada semuaanya, orang tua, keluarga, guru dan terutama untuk para kawan-kawan SMA 2 Tembilahan Hulu, aktivis kampus, jika sebagai siswa disana saya selalu merasa sangat dekat, maka sekarang, sejak disini, saya justru merasa jauh lebih dekat lagi. Saya telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, saya hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa saya selalu membawanya dalam hati.

NTNU University, Taiwan

NTNU University, Taiwan
 
Ayooo !!! Semangat yaa para Wong Deso (Pelajar dari Kampung).

wa/telegram: +6285271361231
line: saidesaide
IG: saidesank

May 17, 2016

DiLAMAR sebagai REVIEWER International Conference, INDIA.

Pelan pelan akhirnya "DILAMAR". Alhamdulillah 1 goal, Sampai.
Lumayan, nambah-nambah halaman CV. *hehe.



Menjadi REVIEWER (As a Reviewer) di International Conference on Computing, Communication and Information Security (CCIS)-2017, IRET, Karnataka, INDIA (Elsevier Computers Procedia). http://www.ccis.co.in/committee.html.




Entah dari mana panitia tahu informasi diri sepaket dengan bidang yang ditekuni hingga sepekan lalu mendapat invitation menjadi Committee / Reviewer, saya kira panitia bercanda, jelas masih sebagai student. Karena biasanya posisi ini dipercayakan kepada yang bergelar S3 atau sudah bergelar S2 atau paling tidak punya segudang tulisan dan pengalaman menjadi pembicara. Hari ini iseng-iseng crosscheck nama Committe di website, eh nongol juga nama si kutu kupret. Dodit bilang "GOKIL".




Mulai merasakan faedah dari memanfaatkan sosmed (facebook, linkedin, mendeley, dll) sebagai fitur untuk memperkanlkan pengajian (konsentrasi keilmuan) yang ditekuni. Kami selalu percaya, ibarat kartu remi, cepat / lambat kartu As PASTI muncul.

In one story, 2013 silam mendatangi 27 companies untuk sedia sebagai sponsor, hanya 2 atau 3 yang membuka hati, tapi hingga kini kami punya jalinan cinta *eh silaturahmi yang begitu dekat (kartu As).


"you Will when you Believe"
*Hasil tak akan ingkari Upaya*

Mar 22, 2016

"Knowledge" Makhluk seperti itu sebenarnya !!! dan Siapa Legenda Knowledge Management

KNOWLEDGE atau PENGETAHUAN yang berkali-kali kita bicarakan itu sebenarnya “makhluk” apa ?. Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua (Nonaka 1992, dalam Saide 2015) :

Knowledge is Power (sumber: image)
1.Explicit Knowledge yakni pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Ketika seorang member milis memberi solusi dengan menulis di buku, maka sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
2.Tacit Knowledge merupakan pengetahuan yang berbentuk knowhow, pengalaman, skill, pemahaman, maupun rules of thumb. Ketika seorang member milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau tidak disengaja dapat solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tacit knowledge ini kadang susah kita ungkapkan atau kita tulis.

Contoh lainnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri tidak  pernah mengukur berapa gram itu garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama sekian tahun memasak. Itulah mengapa Michael Polyani mengatakan bahwa pengetahuan kita jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan.

Ikujiro Nonaka (sumber: image)
Legenda knowledge management tentu tidak bisa kita lepaskan dari Ikujiro Nonaka dengan bukunya The Knowledge-Creating Company. Nonaka menceritakan bagaimana success story Matsushita Electric pada tahun 1985 ketika mengembangkan mesin pembuat roti. Konon pada era tahun 1985, Matsushita Electric menemui kesulitan besar dalam produksi mesin pembuat roti.

Mereka selalu gagal dalam percobaan yang dilakukan. Kulit luar roti yang sudah gosong padahal dalamnya masih mentah, pengaturan volume dan suhu yang tidak terformulasi, adalah pemandangan sehari-hari dari percobaan yang dilakukan. Adalah seorang pengembang software matsushita electric bernama Ikuko Tanaka yang akhirnya mempunyai ide cemerlang untuk pergi magang langsung ke pembuat roti ternama di Osaka International Hotel. Dia dibimbing langsung oleh sang pembuat roti ternama tersebut untuk belajar bagaimana mengembangkan adonan dan teknik khusus lainnya.

Ikujiro Nonaka (1998) dalam Saide (2015), membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI Model atau Knowledge Spiral. Konsepnya adalah sebagai berikut:  dalam siklus perjalanan kehidupan kita, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization Combination - Internalization.

1. Proses eksternalisasi (externalization), yaitu mengubah tacit knowledge yang kita miliki menjadi explicit knowledge. Bisa dengan menuliskan know-how dan pengalaman yang kita dapatkan dalam bentuk tulisan artikel atau bahkan buku apabila perlu. Dan tulisan tulisan tersebut akan sangat bermanfaat bagi orang lain yang sedang  memerlukannya.

2. Proses kombinasi (combination), yaitu memanfaatkan explicit knowledge yang ada untuk kita implementasikan menjadi explicit knowledge lain. Proses ini sangat berguna untuk meningkatkan skill dan produktivitas diri sendiri. Kita bisa menghubungkan dan  mengkombinasikan explicit knowledge yang ada menjadi explicit knowledge baru yang lebih bermanfaat.
SECI Model atau Knowledge Spiral (Nonaka, 1992)
sumber: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050915036315 (author: Saide, Mahendrwathi)
3. Proses internalisasi (internalization), yakni mengubah explicit knowledge sebagai inspirasi datangnya tacit knowledge. Dari keempat proses yang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah learning by doing. Dengan referensi dari manual dan buku yang ada, saya mulai bekerja, dan saya menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan know-how baru yang mungkin tidak saya dapatkan dari buku tersebut.

4. Proses sosialisasi (socialization), yakni mengubah tacit knowledge ke tacit knowledge lain. Ini adalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaan untuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman. Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ini nanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan tacit knowledge baru, semakin banyak explicit knowledge yang
berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi.



References:
1. Saide & Mehendrawathi(2015). Knowledge Management Support For Enterprise Resource Planning Implementation. Procedia - Procedia Computer Science, 00, 1–8. http://doi.org/10.1016/j.procs.2015.12.170. 
2. Saide & Rozanda, N. E. (2013). Analisis kebutuhan manajemen pengetahuan pada perusahaan perbankan 1, 343–351. 
3. Nonaka I & Konno N. The Concept of BA: Building A Fondat ion for Knowledge Creation. California Management Review. pp. 40-55. 1998. 
4.  Takeuchi, H. (2005). The New Dynamism of the Knowledge-Creating Company, 1–10.
5.  Nonaka, Ikujiro, and Hirotaka Takeuchi. 1995. The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create the Dynamics of Innovation. Oxford University Press

Mar 19, 2016

"Merantaulah hingga tersesat berkali-kali"

"Merantaulah hingga tersesat berkali-kali, itulah cara terbaik untuk menemukan jati diri”. Hingga akhirnya saya temukan rasa ini "bukan perusahan/instansi mana yang kita tuju, tapi leader mana yang kita pilih (kita yang pilih)".




Diri ini telah dan sangat beruntung untuk bisa merasakan begitu banyak cinta, hanya bisa mengatakan terima kasih dan tahu bahwa selalu membawanya dalam hati. (terima kasih berarti mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain)


Persis 17 tahun silam. Teman teman, baru baru ini saya mendengar cerita singkat nan pelik dari teman yang dulu mengikutai kegiatan bakti sosial di kaki gunung semeru jawa timur. Dia mendapati seorang anak yang sedang bermain bola dan bertanya "Adik, adik mau jadi apa kalau sudah besar ?". Si adik menjawab "biar aku jadi petani seperi ayah saja, Om". Dalam benak saya, Sekejam apa negara kita sampai anak se kecil itu tidak berani untuk bermimpi, Sekejam Apa :( :( :( !!!. ini persis 17 tahun silam saya alami. 


Kami ingin terus tumbuh secara personal dan profesional sehingga di masa depan mudah-mudahan Kami bisa kembali ke kampung halaman dan memberikan kembali segala sesuatu yang telah diberikan kepada Kami selama tahun-tahun tak terlupakan. Kami dapat belajar tentang passion dan semangat, belajar tentang mimpi, mempelajari banyak hal dalam satu waktu. Bukan perusahaan mana yang saya tuju, tapi Leader mana yang saya pilih. Leader yang baik mengajarkan dengan cara berbeda.



Semuanya sangat bermanfaat untuk kami, pelajar rantauan, yang hingga kini masih merangkai jalan titik temu antara diri ini dengan ilmu yang dikais. Meniti kehidupan di tanah rantauan. Ya, Diri ini masih mencari, meretas jalan. Sementara waktu, nantikan kami dengan berdo’a di hadapan kerahiban-Nya, semoga kami segera kembali untuk kampung, untuk Agama dan pasti untuk Indonesia merdeka.


‪#‎ExploreTheWorldAsLongAsWeCan‬